You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Jalan Pintu I GBK Marak Joki 3 in 1
photo Devi Lusianawati - Beritajakarta.id

Joki Three in One Marak di Senayan

Pemberlakuan sistem three in one untuk mengendalikan jumlah mobil yang masuk ke jalan-jalan protokol nampaknya kurang efektif. Sebab hingga kini, joki three in one masih banyak menjajakan jasanya titik masuk jalan protokol.

Idealnya Jakarta Pusat itu dua ribu personel tapi kami hanya ada 800 personel saja. Kita tidak bisa setiap saat nungguin joki-joki itu

Pantauan Beritajakarta.com, Senin (2/11), kondisi seperti itu masih terlihat di Jalan Pintu 1 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat. Belasan joki, berjejer di atas trotoar untuk menjajakan jasa sejak pukul 07.00-09.30.

Leo (62) salah satu pengemudi taksi mengatakan, penertiban joki di kawasan tersebut jarang dilakukan. Sehingga masih banyak pengendara mobil yang menggunakan jasa para joki. "Sudah lama tidak pernah ada razia, sekali-kalinya ada malah siang," ujarnya.

Antisipasi Joki Three in One, Satpol PP Disiagakan

Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi mengakui jika lokasi tersebut masih banyak ditemui joki-joki three in one. Hal tersebut lantaran instansinya memiliki skala prioritas dalam bertugas, sementara personel Satpol PP di Jakarta Pusat sendiri masih sangat terbatas.

"Idealnya Jakarta Pusat itu dua ribu personel tapi kami hanya ada 800 personel saja. Kita tidak bisa setiap saat nungguin joki-joki itu," tandas Yadi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati